Nokia Fokus Jual Ponsel Menengah, Rp2-4 Juta

Jakarta, HMD Global sebagai pemilik lisensi Nokia menyatakan bahwa saat ini perusahaan fokus untuk membuat ponsel pintar kelas menengah yang dibanderol dengan harga Rp2 juta hingga Rp4 juta.

Jakarta, HMD Global sebagai pemilik lisensi Nokia menyatakan bahwa saat ini perusahaan fokus untuk membuat ponsel pintar kelas menengah yang dibanderol dengan harga Rp2 juta hingga Rp4 juta.

“Iya, kita main di situ [ponsel pintar level menengah]. Hari ini kita luncurkan produk termurah [Nokia 2.2] kita Rp1,79 juta, harga terjangkau tapi dengan spek dan kualitas yang baik,” tutur Country Manager HMD Global Indonesia, Muhammad Taufik Syahbuddin kepada awak media usai peluncuran smartphone Nokia 2.2 di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (27/6).

Menurutnya strategi ini selaras dengan fokus perusahaannya yang tengah gencar memperkenalkan produk ponsel kelas menengah bagi millenial.

“Sebenarnya dari segi Nokia-nya sudah banyak yang tahu tapi banyak juga yang mungkin tidak tahu persis bahwa Nokia itu punya smartphone pakai sistem operasi Android. Millenial kan banyak yang mungkin enggak tahu tentang Nokia,” katanya.

Kendati demikian, Nokia optimis sejumlah ponsel pintar mid-level milik mereka tetap dilirik konsumen khususnya di pasar Indonesia. Meskipun harga ponsel terjangkau namun perusahaan menjamin teknologi yang disematkan lebih baik.

“Kita juga sangat perhatikan kualitas [ponsel] sehingga kita berpikir ini masyarakat perlu kita komunikasikan, ini ada produk dari Nokia yang mana dari segi produk lalu komitmen untuk memberikan yang terbaik untuk kebutuhan masyarakat,” lanjut dia.

Taufik menyebut untuk menggaet target pasarnya itu ia akan memanfaatkan media sosial dan sektor retail. Sebab, menurutnya itu adalah ladang sosialisasi kaum millenial.

“Pertama kita akan fokus pada target kita itu lewat sosial media sama retail. Di sosial media kita fokus di Facebook dan Instagram, kita fokus pasarkan ke millenial,” kata Taufik kepada awak media di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (27/6).

Pada sektor retail, perusahaan bakal menempatkan produk ponsel di toko offline yang telah melakukan kerja sama salah satunya dengan Erafone.

HMD Global juga berencana untuk membuat experience zone yang memungkinkan calon pembeli untuk menggunakan ponsel Nokia secara langsung.

“Retail artinya toko offline, kita akan memperbanyak produk kita di toko-toko itu [offline]. Jadi nanti ada experience zone (tempat mencoba ponsel) dan live demo (demo langsung) ada orang yang memberikan edukasi,” tutur Taufik.

Saat ditanya adakah target ponsel Nokia bisa masuk ke jajaran lima besar ponsel pintar di Indonesia, Taufik tidak memberikan jawaban yang gamblang. Dia mengatakan saat ini HMD Global fokus untuk memperkenalkan produk ponsel pintar Nokia.

“Ada tapi belum menjadi prioritas. Terus terang kita masih fokus mengkomunikasikan produk ponsel pintar Nokia kepada masyarakat khususnya millenial,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *